Senin, 29 September 2014

pengertian koperasi


Pengertian Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsipprinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.

Prinsip Koperasi      
   Di dalam Undang-Undang RI No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan pada pasal 5 bahwa dalam pelaksanaannya, sebuah koperasi harus melaksanakan prinsip koperasi.
Berikut ini beberapa prinsip koperasi.
1) Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka.
2) Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis.
3) Sisa hasil usaha (SHU) yang merupakan keuntungan dari usaha yang dilakukan oleh koperasi dibagi berdasarkan besarnya jasa masing-masing anggota.
4) Modal diberi balas jasa secara terbatas.
5) Koperasi bersifat mandiri.

Fungsi dan Peran Koperasi
            Sebagaimana dikemukakan dalam pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992, fungsi dan peran koperasi di Indonesia seperti berikut ini.
1) Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial Potensi dan kemampuan ekonomi para anggota koperasi pada umumnya relatif kecil. Melalui koperasi, potensi dan kemampuan ekonomi yang kecil itu dihimpun sebagai satu kesatuan, sehingga dapat membentuk kekuatan yang lebih besar. Dengan demikian koperasi akan memiliki peluang yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat pada umumnya dan anggota koperasi pada khususnya.
2) Turut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat Selain diharapkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya, koperasi juga diharapkan dapat memenuhi fungsinya sebagai wadah kerja sama ekonomi yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat pada umumnya. Peningkatan kualitas kehidupan hanya bisa dicapai koperasi jika ia dapat mengembangkan kemampuannya dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota-anggotanya serta masyarakat disekitarnya.
3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional Koperasi adalah satu-satunya bentuk perusahaan yang dikelola secara demokratis. Berdasarkan sifat seperti itu maka koperasi diharapkan dapat memainkan peranannya dalam menggalang dan memperkokoh perekonomian rakyat. Oleh karena itu koperasi harus berusaha sekuat tenaga agar memiliki kinerja usaha yang tangguh dan efisien. Sebab hanya dengan cara itulah koperasi dapat menjadikan perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi Sebagai salah satu pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia, koperasi mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan perekonomian nasional bersama-sama dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya. Namun koperasi mempunyai sifat-sifat khusus yang berbeda dari sifat bentuk perusahaan lainnya, maka koperasi menempati kedudukan yang sangat penting dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian koperasi harus mempunyai kesungguhan untuk memiliki usaha yang sehat dan tangguh, sehingga dengan cara tersebut koperasi dapat mengemban amanat dengan baik.

 Manfaat Koperasi
            Berdasarkan fungsi dan peran koperasi, maka manfaat koperasi dapat dibagi menjadi dua bidang, yaitu manfaat koperasi di bidang ekonomi dan manfaat koperasi di bidang sosial.


 Penerapan koperasi di indonesia
Meski telah disepakati selama hampir 15 tahun sejak disahkannya pada tahun 1995, Jatidiri Koperasi ICA belum dipahami secara luas. Apalagi diterapkan dalam praktek kehidupan perkoperasian di Indonesia. Demikian pula dalam rangka perumusan kebijakan pengembangan koperasi oleh pemerintah, Jatidiri Koperasi juga masih sangat terbatas digunakan sebagai dasar/pedoman kebijakannya
   Sosialisasi Jatidiri Koperasi ICA sebenarnya pernah dilakukan secara intensif (2001-2003) oleh LSP21 (Lembaga Studi Pengembangan Perkoperasian Indonesia) di berbagai kota di Indonesia, tetapi karena lembaga ini semata berfungsi sebagai “think tank”, yang tidak
mempunyai otoritas untuk menjadikan ketentuan tersebut sebagai pedoman yang harus dilaksanakan, maka tindak lanjut pelaksanaannyapun masih terbatas.
    Berdasarkan data Juni 2007 yang bersumber dari Kementerian Negara Koperasi & UKM, perkembangan kinerja Koperasi menunjukan adanya peningkatan jumlah koperasi, permodalan, volume usaha dan SHU dari tahun ke tahun. Sayangnya dari data tersebut belum tergambarkan tentang pelaksanaan nilai-nilai dan prinsip-prinsipnya, seperti: partisipasi anggota dalam rapat anggota, pemupukan modal, maupun dalam penggunaan jasa koperasi; kegiatan ekonomi, proses
demokrasinya dan sebagainya.Untuk memberikan gambaran yang lengkap den valid tentang perkembangan koperasi, sebaiknya dilakukan melalui audit, bukan saja audit keuangan, tetapi juga audit yang lebih lengkap mencakup pelaksanaan nilai-nilai dan prinsip-prinsipnya oleh lembaga independen.
Dilihat dari “Koridor Jatidiri Koperasi’” seperti diuraikan sebelumnya, masih cukup banyak terlihat koperasi-koperasi (terutama koperasi simpan pinjam) yang melayani bukan anggota (yang disebut sebagai “calon anggota”) yang jumlahnya jauh lebih besar dari anggotanya sendiri, tanpa meningkatkan status calon anggota tersebut sebagai anggota penuh.

 Prinsip koperasi secara umum yang berada di negara kita Indonesia adalah:
1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis
3. Pembagian SHU dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa masing-masing anggota
4. Pembagian balas jasa yang terbatas terhadap modal
5. Kemandirian
6. Pendidikan perkoperasian
7. Kerjasama antar koperasi, 1997).



Jumat, 14 Maret 2014


INDIRECT SPEECH

Indirect Speech is the spoken sentence to report the words of the speaker to others. Thus, Indirect Speech (Reported Speech) is used when we want to report someone to the words of others indirectly.

How to change direct to indirect speech:
1.        To be & Auxiliary Verbs
Direct                                       Indirect
Am/is/are                    -             was/were
Shall/will                     -             should/would
Can                             -             could
May                            -             might
Must                          
Have/has to                 -             had to
Ought to

2.        Time & Place
Direct                                       Indirect
now                                 -           then
tomorrow                         -           the following day
next week                        -           the following week
tonight                             -           that night
today                               -           that day
yesterday                         -           the day before
last night                          -           the night before
last week                         -           the week before,
                                                    the precious week
here                                  -           there
this                                   -           that
these                                -           those

3.        Tenses
Direct                                       Indirect
A.Simple present                   -        simple past
B.Present perfect                 -        past perfect
C.Present continous              -        past continous
D.Present perfect continous  -        past perfect continous
E.Simple future                      -        past future

 In the Indirect Statement we use words (that) as a liaison between the introductory sentence and the words being reported (reported words). The introductory sentences in indirect statement is:

He said
He said to me                    that + reported words
He told me

Example A.
a. Mary told her friends “I have been to Bali twice.”
b.Mary told her friends that she had been to Bali twice.
a.He told me, “I go to work everyday.”
b.He told me that he went to work everyday
Example B 
a. Father said “I am going out of town tomorrow”
b. Father said that he was going out of town the following day.
a. They told me. “We have bought a car”.
b. They told me that they had bought a car
 Example C.
a. Mary told John “my father warned me last night”
b. Mary told John that her father had arned her the night before.
a. She told me, “I am playing music now”.
b. She told me that she was playing music then
 Example D.
a.  My sister said to me “I don’t like tennis”
b. My sister said to me that she didn’t like tennis.
 Example E.
a. Tom said “I didn’t go to school this morning”
b. Tom said that he hadn’t gone to school that morning.
a. He told me, “I will go to university next year”.
b. He told me that he would go to university the following year
 In the introductory sentence in the form of Simple Present Tense, then the reported sentence unchanged.


– John says “I will go to Bandung tomorrow”
- John says that he will go to Bandung tomorrow

-   Mary says “I have seen that film”
-   Mary says that she has seen that film.
 Command : (commands), for example an ordered, commanded, etc which means told, ordered.
 -He said to his servant, “Go away at once!”
- He ordered his servant to go away at once
- Mary told me “Stop talking to Jane”
- Mary told me to stop talking to Jane.
- Mother asked John “Pay attention to what I say”
- Mother asked John to pay attention to what she says.
   Request : (the petition), for example, asked which means asking, begging.
-He said to his friend, “Please lend me your pen!”
-He asked his friend to be kind enough to lend him his pencil
-He said to his servant,”Go away at once”.
-He ordered his servant to go away at once.

QUESTION
When questions directly (direct question) use words like tanya; Where, When, Why, What, Who, How, etc., then the words are used as liaison in reported Speech. The question that is reported to be a form of positive berubaha. The introductory sentence is:
Positive Form
He asked me where
When etc.
– The man asked me: "Where do you live?"
-The man asked me where I was short-lived.
-John asked Mary: "Why do you get angry with me?"
-John asked Mary why she got angry with him.

When in question directly carries with Yes and No answers, then we use the word but as a liaison to answer No and words and as a liaison to answer Yes.
-He asked me: "Will you go out wiith me?" No, I won't.
-He asked me if I would go out with him but I said I wouldn't.
-Mother asked John: "Have you had lunch?" No, I haven't.
-Mother asked John if he had had lunch but he said he hadn't.

Minggu, 12 Januari 2014


MANUSIA DAN HARAPAN



Manusia dan Harapan

A. Pengertian Harapan
   Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan dapat diartikan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Yang dapat disimpulkan harapan itu menyangkut permasalahan masa depan. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing – masing. Misalnya, Budi hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa “Si pungguk merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak.
 Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan dapat terwujud, maka diperlukan usaha dengan sungguh – sungguh, berdoa dan pada akhirnya bertawakal agar harapan itu dapat terwujud.

 Persamaan harapan dan cita-cita
Pengertian cita-cita sendiri Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Jadi kalau kita bermimpi untuk menjadi netpreneur yang sukses, ya… harus di sertai tindakan jangan cuma berandai-andai saja. Serta jangan lupa di berikan target waktu sehingga kita punya timeline kapan hal tersebut kita inginkan terealiasasi.
    Jadi dengan kata lain cita-cita dan harapan sama-sama merupakan suatu impian atau keinginan yang menyaangkut masa depan kita


 Harapan dan cita-cita saya sekarang ini adalah saya sangat berharap saya bisa menempuh sarjana S1 dengan nilai memuaskan dan sangat berharap bisa lulus dengan predikat Cum laude walaupun hanya lulusan  sebuah Universitas swasta, setelah itu saya berharap bisa langsung mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan besar, karna gaji itu saya gunakan untuk sebuah modal Usaha,yaa pengusaha yang sukses adalah cita-cita dan tujuan saya dan cita-cita utama saya adalah membahagiakan kedua orang tua saya,dan membuat mereka bangga telah mempunyai anak seperti saya J
Manusia dan Kegelisahan
    Setiap manusi dalam menjalani semasa hidup nya pasti pernah merasakan yang namanya kegelisahan, baik disaat situasi tenang maupun sedang tegang, dan tidak sedikit pula orang yang mengalaminya. Di jaman modern  sekarang persaingan dalam memperebutkan sesuatu yang diinginkan sangat lah dibutuhkan. Dikarenakan SDM kita yang sudah terlalu banyak dan melebihi kecukupan saya kira yang membuat kita di junjung untuk meningkatkan jiwa kompetitif kita. Dan gelisah itu sendiri berasal dari kata yang artinya tidak tenang, cemas, khawatir, negative thingking dan lain-lain. Sehingga pada umumnya orang yang gelisah itu sangat terlihat ciri-ciri nya, orang tersebut tidak bisa tenang, dan mudah kaget apabila kita menegur nya secara tiba-tiba.
A. Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenang hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari – hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
Kegelisahan akan selalu ada dalam kehidupan selalu berlalu lalang dalam kehidupan baik senang maupun tidak.
Sebab_sebab kegelisahan
Ø  Karena dosa yang di perbuat oleh dirinya sendiri

Contoh : bila kita melakukan pecurian atau hal – hal yang di larang maka dengan sendirinya timbul kegelisahan karena takut akan hukuman yang harus di terima
Ø  Karena kehilangan seseorang dan harta
Contoh : bila kita selalu bergantung pada seseorang dan harta jika orang dan harta itu pergi maka akan timbul kegelisahan dan pertanyaan apakah kita bisa hidup tanpa mereka?
Ø  Karena ancaman
Contoh : bila ada orang yang mengancam jiwa karena sesuatu hal maka akan timbul ketakutan dan kegelisahan.




Cara mengatasi kegelisahan
-          Dari diri sendiri
Dengan diri bersikap tenang dan selalu berfikiran positif maka akan membantu mengurangi kegelisahan.
-          Dengan berdoa
Berdoa lah dengan semua yang terjadi berharap tidak terjadi apa- apa maka akan membantu kegelisahan
-          Menarik nafas 
Tarik nafas secara teratur tenangkan pikiran agar tidak terjadi apa – apa dalam diri kita.

  Kegelisahan adalah hal yang wajar karena manusia mempunyai perasaan tapi berusaha lah untuk bisa mengatasi rasa gelisah dengan pikiran dan melakikan hal yang positif maka akan membawa kepada hal yang baik.

Ciri-ciri kegelisahan
Ciri-cirinya adalah:
* Perasaan tidak tenang,
* Tidak tentram,
* Tidak konsentrasi,
* Suasana hati lelah karna emosi yang sulit dikendalikan.
Gelisah bukan milik satu orang saja melainkan milik semua orang yang dikaruniai perasaan. Coba kamu tanya deh temen kamu ‘pernah gelisah ga?’ pasti deh temen kamu jawab ‘ya, karna hampir atau bahkan semua orang pasti oernah gelisah

Cerita:
Gelisah yang pernah saya alami adalah ketika saya SMA,waktu itu saya pernah membuat keributan dengan teman-teman saya di suatu sekolah yang tidak jauh dengan sekolah saya,saya sering membuat keonaran atau menjaili siswa yang bersekolah disitu,bahkan memalak para siswa yang raut mukanya terklihat culun, tetapi ketika saya pulang ke kost ,saya harus melewati sekolah itu, perasaan saya terkadang sangat gelisah ketika harus berpapasan dengan ratusan siswa yang keluar dari sekolah itu,bagaimaana tidak gelisah..saya sering memalak para siswa disitu dan membuat keributan,tetapi selalu dengan teman-teman saya yang berjumlah lebih dari 10 orang. Dan sekarang hanya seorang diri,terkadang timbul perasaan gelisah bahkan takut,kalo sampai-sampai saya di keroyok oleh ratusan siswa disitu. Ya begitulah sedikit cerita kegelisahan yang pernah saya alami. (Jangan di tiru yah,itu Cuma iseng anak-anak SMA. Sekarang saya pun akrab dengan para siswa yng pernah sekolah disitu)