Sabtu, 15 Oktober 2016

ETIKA BISNIS BAB1

ETIKA BISNIS
BAB I
Definisi Etika dan Bisnis Sebagai Sebuah Profesi
Anggota kelompok :
                                      Ainul    Fath                            ( 10213489 )
 Askar Timur                    (11213440)
 Pandji Anggriawan         (15213938)
 Pieter Tulus S                  (18213983)

Hakekat Mata Kuliah Etika Bisnis
Menurut Drs. O.P Simorangkir bahwa hakikat etika bisnis adalah menganalisis atas asumsi-asumsi bisnis, baik asumsi moral maupun pandangan dari sudut moral. Karena bisnis beroperasi dalam rangka suatu sistem ekonomi, maka sebagian dari tugas etika bisnis hakikatnya mengemukakan pertanyaan-pertanyaan tentang sistem ekonomi yang umum dan khusus, dan pada gilirannya menimbulkan pertanyaan-pertanyaan tentang tepat atau tidaknya pemakaian bahasa moral untuk menilai sistem-sistem ekonomi, struktur bisnis.
Contoh praktek etika bisnis yang dihubungkan dengan moral :
Uang milik perusahaan tidak boleh diambil atau ditarik oleh setiap pejabat perusahaan untuk dimiliki secara pribadi. Hal ini bertentangan dengan etika bisnis. Memiliki uang dengan cara merampas atau menipu adalah bertentangan dengan moral. Pejabat perusahaan yang sadar etika bisnis, akan melarang pengambilan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi, pengambilan yang terlanjur wajib dikembalikan. Pejabat yang sadar, disebut memiliki kesadaran moral, yakni keputusan secara sadar diambil oleh pejabat, karena ia merasa bahwa itu tanggung jawabnya, bukan saja selaku karyawan melainkan juga sebagai manusia yang bermoral.
Contoh tidak memiliki kesadaran moral :
Seorang berdarah dingin dijalan juanda, jakarta yang sangat ramai itu menodong dengan cerulit dan merampas harta milik seseorang. Baginya menodong itu merupakan kebiasaan dan menjadi profesinya. Apakah ada kesadaran moral bahwa perbuatan itu bertentangan dan dilarang oleh ajaran agama, hukum dan adat? Sejak kecil ia ditinggalkan oleh ibu dan bapaknya akibat perceraian, ia bergaul dengan anak gelandangan, pencuri. Sesudah dewasa menjadi penodong ulung. Ia menodong atau membunuh tanpa mengenal rasa takut atau berdosa, bahkan sudah merupakan suatu profesi.

Definisi Etika dan Bisnis
Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli adalah :
• Stainford (1979)
Business is all those activities in providing the goods and services needed or desired by people. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memiliki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memiliki badan hukum maupun badan usaha.
• Brown dan Petrello (1976)
Business is an institution which produces goods and services demanded by people. Artinya bisnis ialah suatu lembaga menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.
Dalam ilmu ekonomi, Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.
Etika dalam bahasa Yunani kuno: “ethikos“, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, burul dan tanggung jawab.
St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy). Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi.Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.
Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).
Pengertian etika menurut para ahli :
• Menurut Rosita Noer :
Etika adalah ajaran (normatif) dan pengetahuan (positif) tentang yang baik dan yang buruk, menjadi tuntutan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
• Menurut Drs. O.P. Simorangkir :
Etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
• Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat :
Etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
• Drs. H. Burhanudin Salam :
Etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai norma dan moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya
Etika juga memiliki pengertian arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu.
• Bagi ahli falsafah, etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas.
• Bagi sosiolog, etika adalah adat, perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu.
• Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspektasi) profesi dan masyarakat, serta bertindak dengan cara-cara yang profesional, etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa profesi secara wajar, jujur.
• Bagi eksekutif puncak rumah sakit, etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain, terhadap organisasi dan staff, terhadap diri sendiri dan profesi, terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Kriteria wajar, adil, jujur, profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit.
• Bagi asosiasi profesi, etika adalah kesepakatan bersamadan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu.
Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
Etika Bisnis Menurut Para Ahli
• Menurut Velasques(2002), etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yangbenar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi dan perilaku bisnis.
• Menurut Hill dan Jones(1998), menyatakan bahwa etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpinperusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkaitdengan masalah moral yang kompleks. Lebih jauh ia mengatakan Sebagian besar dari kita sudah memiliki rasa yang baik dari apa yang benar dan apa yang salah, kita sudah tahu bahwa salah satu untuk mengambil tindakan yang menempatkan resiko kehidupan yang lain.”).
• Menurut Steade et al (1984 : 701), dalam bukunya ”Business, Its Natura and Environment An Introduction” Etika bisnis adalah standar etika yangberkaitan dengan tujuan dan cara membuat keputusan bisnis.”.
• Menurut Business & Society – Ethics and Stakeholder Management(Caroll & Buchholtz : dalam Iman, 2006) : Etika adalah disiplin yang berurusan dengan apa yang baik dan buruk dan dengan tugas dan kewajiban moral. Etika juga dapat dianggap sebagai seperangkat prinsip moral atau nilai. Moralitas adalah doktrinatau sistem perilaku moral. moral perilaku yang didasarkan pada apa yang terkait dengan prinsip benar dan salah dalam perilaku. Etika bisnis, oleh karena itu, terkait denganperilaku yang baik dan buruk atau benar dan salah yang terjadi dalam konteks bisnis.Konsep ini lebih sering diartikan benar dan salah untuk memasukkan pertanyaan-pertanyaan lebih sulit dan halus keadilan, keadilan dan kesetaraan.
• Menurut Sim(2003), dalam bukunya Ethics and Corporate Social Responsibility – Why Giants Fall, Etika adalah istilah filosofis yang berasal dari”etos,” kata Yunani yang berarti karakter atau kustom. Definisi erat dengan kepemimpinanyang efektif dalam organisasi, dalam hal ini berkonotasi kode organisasi menyampaikanintegritas moral dan nilai-nilai yang konsisten dalam pelayanan kepada masyarakat.
Indikator Etika Bisnis
1. Indikator Etika Bisnis menurut ekonomi adalah apabila perusahaan atau pebisnis telah melakukan pengelolaan sumber daya bisnis dan sumber daya alam secara efisien tanpa merugikan masyarakat lain.
2. Indikator Etika Bisnis menurut peraturan khusus yang berlaku. Berdasarkan indikator ini seseorang pelaku bisnis dikatakan beretika dalam bisnisnya apabila masing-masing pelaku bisnis mematuhi aturan-aturan khusus yang telah disepakati sebelumnya.
3. Indikator Etika Bisnis menurut hukum. Berdasarkan indikator hukum seseorang atau suatu perusahaan dikatakan telah melaksanakan etika bisnis apabila seseorang pelaku bisnis atau suatu perusahaan telah mematuhi segala norma hukum yang berlaku dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
4. Indikator Etika Bisnis berdasarkan ajaran agama. Pelaku bisnis dianggap beretika bilamana dalam pelaksanaan bisnisnya senantiasa merujuk kepada nilai-nilai ajaran agama yang dianutnya.
5. Indikator Etika Bisnis berdasarkan nilai budaya. Setiap pelaku bisnis baik secara individu maupun kelembagaan telah menyelenggarakan bisnisnya dengan mengakomodasi nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang ada disekitar operasi suatu perusahaan, daerah dan suatu bangsa.
6. Indikator Etika Bisnis menurut masing-masing individu adalah apabila masing-masing pelaku bisnis bertindak jujur dan tidak mengorbankan integritas pribadinya.
Etika Moral, Hukum dan Agama
Pada dasarnya, etika moralitas berwacana untuk menentukan kita sebaiknya menjadi orang seperti apa. Dalam etika moralitas, suatu tindakan dianggap benar jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang baik (bermoral) dan dianggap salah jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang buruk (tidak bermoral). Etika moral lebih bersifat pribadi, namum moral pribadi akan berkaitan erat dengan moral bisnis. Jika perilaku seseorang dalam kehidupan pribadinya bermoral, maka perilakunya dalam kehidupan bisnis juga akan bermoral. Dalam memecahkan masalah, kita tidak perlu binggung untuk memilih teori mana yang sebaiknya digunakan, sebab kita dapat menggunakan semua teori itu untuk menganalisis suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda dan melihat hasil apa yang diberikan masing-masing teori itu kepada kita.
Hukum membutuhkan moral. Dalam kekaisaran roma terdapat pepatah quid leges sine moribus? Yang artinya adalah apa guna undang-undang jika tidak disertai moralitas? Tanpa moralitas, hukum akan kosong. Kualitas hukum sebagian besar ditentukan oleh mutu moralnya. Karena itu hukum selalu harus diukur dengan norma moral. Disisi lain moral juga membutuhkan hukum. Moral tidak ada artinya jika tidak diungkapkan dan dilembagakan dalam masyarakat.
Etika mendukung keberadaan Agama, dimana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal pikiran untuk memecahkan masalah. Perbedaan antara etika dan ajaran moral agama yakni etika mendasarkan diri pada argumentasi rasional. Sedangkan Agama menuntut seseorang untuk mendasarkan diri pada wahtu Tuhan dan ajaran agama.
Klasifikasi Etika
• Etika normatif : berfokus pada prinsip-prinsip yang seharusnya dari tindakan yang baik2.
• Etika terapan: penerapan teori-teori etika secara lebih spesifik baik pada domain privat atau publik.
• Etika deskriptif: hanya melakukan observasi terhadap apa yang dianggap baik oleh individuatau masyarakat.
• Meta etika: berfokus pada arti dari pernyataan-pernyataan etika.
Konsepsi Etika
Istilah “etika” berasal dan bahasa Yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai arti kebiasaan-kebiasaan tingkah laku manusia; adat, ahlak, watak, perasaan; sikap; dan cara berfikir. Dalam bentuk jamak ta etha mempunyai adat kebiasaan. Menurut filsuf Yunani Aristoteles, istilah etika sudah dipakai untuk menunjukkan filsafat/moral. Sehingga berdasarkan asal usul kata, maka etika berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.



ETIKA BISNIS BAB 2

ETIKA BISNIS
BABII
Prinsip Etika Dalam Bisnis Serta Etika Dan Lingkungan




Anggota kelompok :
                                      Ainul    Fath                      ( 10213489 )
 Askar Timur                    (11213440)
 Pandji Anggriawan         (15213938)
 Pieter Tulus S                  (18213983)


Pengertian Etika Bisnis
Secara umum etika bisnis merupakan acuan cara yang harus ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Oleh karena itu, etika bisnis memiliki prinsip-prinsip umum yang dijadikan acuan dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan bisnis yang dimaksud. Adapun prinsip prinsip etika bisnis tersebut sebagai berikut 
Prinsip- Prinsip Etika Bisnis
Prinsip Otonomi,Otonomi dalam Etika Bisnis
Prinsip otonomi dalam etika bisnis adalah bahwa perusahaan secara bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya sesuai dengan visi dan misi yang dipunyainya. Contoh prinsip otonomi dalam etika binis : perusahaan tidak tergantung pada pihak lain untuk mengambil keputusan tetapi perusahaan memiliki kekuasaan tertentu sesuai dengan misi dan visi yang diambilnya dan tidak bertentangan dengan pihak lain.
Dalam prinsip otonomi etika bisnis lebih diartikan sebagai kehendak dan rekayasa bertindak secara penuh berdasar pengetahuan dan keahlian perusahaan dalam usaha untuk mencapai prestasi-prestasi terbaik sesuai dengan misi, tujuan dan sasaran perusahaan sebagai kelembagaan. Disamping itu, maksud dan tujuan kelembagaan ini tanpa merugikan pihak lain atau pihak eksternal.
Dalam pengertian etika bisnis, otonomi bersangkut paut dengan kebijakan eksekutif perusahaan dalam mengemban misi, visi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran , kesejahteraan para pekerjanya ataupun komunitas yang dihadapinya. Otonomi disini harus mampu mengacu pada nilai-nilai profesionalisme pengelolaan perusahaan dalam menggunakan sumber daya ekonomi. Kalau perusahaan telah memiliki misi, visi dan wawasan yang baik sesuai dengan nilai universal maka perusahaan harus secara bebas dalam arti keleluasaan dan keluwesan yang melekat pada komitmen tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan etika bisnis.
Oleh karena itu konklusinya dapat diringkaskan bahwa otonomi dalam menjalankan fungsi bisnis yang berwawasan etika bisnis ini meliputi tindakan manajerial yang terdiri atas :
1. Dalam pengambilan keputusan bisnis.
2. Dalam tanggung jawab kepada : diri sendiri, para pihak yang terkait dan pihak-pihak masyarakat dalam arti luas.
Prinsip Kejujuran
            Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan berhasil jika dikelola dengan prinsip kejujuran. Baik terhadap karyawan, konsumen, para pemasok dan pihak-pihak lain yang terkait dengan kegiatan bisnis ini. Prinsip yang paling hakiki dalam aplikasi bisnis berdasarkan kejujuran ini terutama dalam pemakai kejujuran terhadap diri sendiri. Namun jika prinsip kejujuran terhadap diri sendiri ini mampu dijalankan oleh setiap manajer atau pengelola perusahaan maka pasti akan terjamin pengelolaan bisnis yang dijalankan dengan prinsip kejujuran terhadap semua pihak terkait.
Prinsip Keadilan
           Prinsip keadilan yang dipergunakan untuk mengukur bisnis menggunakan etika bisnis adalah keadilan bagi semua pihak yang terkait memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis. Para pihak ini terklasifikasi ke dalam stakeholder. Oleh karena itu, semua pihak ini harus mendapat akses positif dan sesuai dengan peran yang diberikan oleh masing-masing pihak ini pada bisnis. Semua pihak harus mendapat akses layak dari bisnis. Tolak ukur yang dipakai menentukan atau memberikan kelayakan ini sesuai dengan ukuran-ukuran umum yang telah diterima oleh masyarakat bisnis dan umum. Contoh prinsip keadilan dalam etika bisnis : dalam alokasi sumber daya ekonomi kepada semua pemilik faktor ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan harga yang layak bagi para konsumen, menyepakati harga yang pantas bagi para pemasok bahan dan alat produksi, mendapatkan keuntungan yang wajar bagi pemilik perusahaan dan lain-lain.
 Hormat pada Diri Sendiri
            Pinsip hormat pada diri sendiri dalam etika bisnis merupakan prinsip tindakan yang dampaknya berpulang kembali kepada bisnis itu sendiri. Dalam aktivitas bisnis tertentu ke masyarakat merupakan cermin diri bisnis yang bersangkutan. Namun jika bisnis memberikan kontribusi yang menyenangkan bagi masyarakat, tentu masyarakat memberikan respon sama. Sebaliknya jika bisnis memberikan image yang tidak menyenangkan maka masyarakat tentu tidak menyenangi terhadap bisnis yang bersangkutan. Namun jika para pengelola perusahaan ingin memberikan respek kehormatan terhadap perusahaan, maka lakukanlah respek tersebut para pihak yang berkepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung.
 Hak dan Kewajiban
Setiap karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan memiliki kewajiban-kewajiban sebagai           berikut : kewajiban dalam mencari mitra (rekanan) bisnis yang cocok yang bisa diajak untuk bekerjasama, saling menguntungkan diantara kedua belah pihak dalam pencapaian tujuan yang telah disepakati bersama demi kemajuan perusahaan, menjunjung tinggi nilai-nilai moral yang terwujud dalam perilaku dan sikap dari setiap karyawan terhadap mitra bisnisnya, bila tujuan dalam perusahaan ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ada setidaknya karyawan-karyawan tersebut telah melaksanakan kegiatan bisnisnya dengan suatu tindakan yang baik. Lalu bagian SDM perusahaan akan mencoba untuk menganalisis sebab timbulnya bisnis tidak sesuai dengan tujuan perusahaan, dan menemukan dimana terjadinya letak kesalahan serta mencari solusi yang tepat untuk menindak lanjuti kembali agar bisnis yang dijalankan dapat meningkat secara pesat seiring perkembangan waktu.
Bukan hanya kewajiban saja yang harus dijalankan, hak etika bisnispun juga sangat diperlukan, diantaranya : Hak untuk mendapatkan mitra (kolega) bisnis antar perusahan, hak untuk mendapatkan perlindungan bisnis, hak untuk memperoleh keuntungan bisnis, dan hak untuk memperoleh rasa aman dalam berbisnis. Selain itu dalam berbisnis setiap karyawan dalam suatu perusahaan juga dapat mementingkan hal-hal yang lebih utama, seperti : kepercayaan, keterbukaan, kejujuran, keberanian, keramahan, dan sifat pekerja keras agar terjalinnya bisnis yang saling menguntungkan diantara kedua belah pihak bisnis tersebut.
 Teori Etika dan Lingkungan
a.        Ekosentrisme
Merupakan kelanjutan dari teori etika lingkungan biosentrisme. Oleh karenanya teori ini sering disamakan begitu saja karena terdapat banyak kesamaan. Yaitu pada penekanannya atas pendobrakan cara pandang antroposentrisme yang membatasi keberlakuan etika hanya pada komunitas manusia. Keduanya memperluas keberlakuan etika untukmencakup komunitas yang lebih luas.
b.       Antroposentrisme
Antroposentrisme adalah teori etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta. Manusia dan kepentingannya dianggap yang paling menentukan dalam tatanan ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil dalam kaitan dengan alam, baik secara langsung atau tidak langung. Nilai tertinggi adalah manusia dan kepentingannya. Hanya manusia yang mempunyai nilai dan mendapat perhatian. Segala sesuatu yang lain di alam semesta ini hanya akan mendapat nilai dan perhatian sejauh menunjang dan demi kepentingan manusia. Oleh karenanya alam pun hanya dilihat sebagai obyek, alat dan sarana bagi pemenuhan kebutuhan dan kepentingan manusia. Alam hanya alat bagi pencapaian tujuan manusia. Alam tidak mempunyai nilai pada dirinya sendiri.
c.       Biosentrisme
Pada biosentrisme, konsep etika dibatasi pada komunitas yang hidup (biosentrism), seperti tumbuhan dan hewan. Sedang pada ekosentrisme, pemakaian etika diperluas untuk mencakup komunitas ekosistem seluruhnya (ekosentrism). Etika lingkungan Biosentrisme adalah etika lingkungan yang lebih menekankan kehidupan sebagai standar moral Sehingga bukan hanya manusia dan binatang saja yang harus dihargai secara moral tetapi juga tumbuhan. Menurut Paul Taylor, karenanya tumbuhan dan binatang secara moral dapat dirugikan dan atau diuntungkan dalam proses perjuangan untuk hidup mereka sendiri, seperti bertumbuh dan bereproduksi.
Prinsip Etika dilingkungan Hidup
            Keraf (2005 : 143-159) memberikan minimal ada sembilan prinsip dalam etika lingkungan hidup :
1. Sikap hormat terhadap alam atau respect for nature alam mempunyai hak untuk dihormati, tidak saja karena kehidupan manusia tergantung pada alam, tetapi terutama karena kenyataan ontologis bahwa manusia adalah bagian integral dari alam.
2. Prinsip tanggung jawab atau moral responsibility for nature prinsip tanggung jawab bersama ini, setiap orang dituntut dan terpanggil untuk bertanggung jawab memelihara alam semesta ini sebagai milik bersama dengan cara memiliki yang tinggi seakan milik pribadinya
3. Solidaritas kosmis atau cosmic solidarity solidaritas kosmis mendorong manusia untuk menyelamatkan lingkungan, untuk menyelamatkan semua kehidupan di alam.
4. Prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam atau caring for nature
Prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam merupakan prinsip moral, yang artinya tanpa mengharapkan balasan
5. Prinsip tidak merugikan atau no harm merupakan prinsip tidak merugikan alam secara tidak perlu,. tidak perlu melakukan tindakan yang merugikan atau mengancam eksistensi makhluk hidup lainnya.
6. Prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam prinsip ini menekankan pada nilai, kualitas, cara hidup, dan bukan kekayaan, sarana, standart material.
7. Prinsip keadilan prinsip keadilan lebih diekankan pada bagaimana manusia harus berperilaku satu terhadap yang lain dalam keterkaitan dengan alam semesta dan bagaimana sistem sosial harus diatur.
8. Prinsip demokrasi alam semesta sangat beraneka ragam. demokrasi memberi tempas yang seluas – luasnya bagi perbedaan, keanekaragaman, dan pluralitaas. oleh karena itu orang yang peduli terhadap lingkungan adalah orang yang demokratis.
9. Prinsip integritas moral prinsip ini menuntut pejabat publik agar mempunyai sikap dan perilaku terhormat serta memegang teguh prinsip – prinsip moral yang mengamankan kepentingan publik.



Selasa, 11 Oktober 2016

ETIKA BISNIS DAN KASUSNYA


Nama         :Askar Timur
NPM           :11213440        
Kelas          :4EA29

ETIKA BISNIS
DAN CONTOH KASUS PELANGGARAN DALAM ETIKA BISNIS

A.                Pengertian Etika
Kata etika berasal dari kata yunani yaitu “ethos” yang artinya adat istiadat. Etika itu punya kaitan sama nilai-nilai tatacara hidupyang baik, aturan yang baik, dan termasuk juga semua kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain. San nilai yang baik
Dalam etika bisnis berlaku prinsip-prinsip yang seharusnya dipatuhi oleh para pelaku bisnis. Prinsip dimaksud adalah :
1.         Prinsip Otonomi, yaitu kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.
2.    Prinsip Kejujuran, bisnis tidak akan bertahan lama apabila tidak berlandaskan kejujuran,karena kejujuran merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis (missal, kejujuran dalam pelaksanaan kontrak, kejujuran terhadap konsumen, kejujuran dalam hubungan kerja dan lain-lain).
3.         Prinsip Keadilan, bahwa tiap orang dalam berbisnis harus mendapat perlakuan yang sesuai dengan haknya masing-masing, artinya tidak ada yang boleh dirugikan haknya.
4.    Prinsip Saling Mengutungkan, agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan, demikian pula untuk berbisnis yang kompetitif.
5.         Prinsip Integritas Moral, prinsip ini merupakan dasar dalam berbisnis dimana para pelaku bisnis dalam menjalankan usaha bisnis mereka harus menjaga nama baik perusahaan agar tetap dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.


C.            Pengertian Bisnis
Bisnis menurut kamus besar bahasa Indonesia bisnis adalah usaha dagang,usaha komersial dalam dunia perdagangan. Dapat disimulkan bahwa bisnis istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari dan bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Jadi pada intinya Etika bisnis adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang masih berkaitan dengan personal, perusahaan ataupun masyarakat. atau bisa juga diartikan pengetahuan tentang tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan aturan.
Contoh kasus pelanggaran dalam etika bisnis :
TEMPO.CO, Jakarta - Pembakaran hutan oleh perusahaan perkebunan semakin marak. Kebakaran hutan dan asap pekat di Riau kemungkinan besar terjadi karena banyak perusahaan yang mencari untung dengan cara menekan biaya pembukaan lahan.

Menurut Deputi Penaatan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Sudariyono, biaya penggantian tanaman dan membuka lahan perkebunan dengan cara membakar hutan lebih murah ketimbang cara biasa. "Bisa 50 persen lebih murah,” katanya .

Sudariyono mengatakan hal inilah yang membuat pengusaha cenderung memilih jalan pintas untuk membuka lahan, yakni membakar lahan. "Apalagi sering kali tidak ketahuan, jadinya aksi pembakaran lahan semakin marak," katanya. (Baca :
 Rp 10 Triliun, KerugianKebakaran Hutan di Riau).

Saat ini pemerintah tengah memeriksa empat perusahaan yang diduga terlibat dalam pembakaran hutan di Riau. Penegak hukum, kata Sudariyono, tengah menyelesaikan tahap pengumpulan bahan dan keterangan terkait dengan aksi keempat perusahaan tersebut. "Yang jelas ada indikasi semuanya melakukan pembakaran," katanya.



Keempat perusahaan tersebut adalah  PT TKW dan PT RUJ yang mengelola hutan tanaman industri (HTI) serta PT RML dan PT SG, perusahaan perkebunan sawit. Menurut Sudariyono, salah satu dari perusahaan itu, PT RUJ, diduga berkali-kali terlibat dalam kasus kebakaran hutan. (Baca : Suswono: Kebakaran Hutan Perlu Pembuktian Matang).

Saat ini, kata Sudariyono, Kementerian Lingkungan Hidup tengah berkoordinasi dengan penegak hukum agar penyelidikan kasus ini segera tuntas. Menurut dia, lembaganya sudah mengirim penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) untuk membantu mengusut kasus ini. "Supaya cepat P21 dan masuk pengadilan," ujarnya.

Dari berita di atas dapat diambil kesimpulan bahwa perusahaan melanggar suatu etika dalam bisnis, dalam artian perusahaan mengambil jalan pintas yang lebih murah dan cepat, tanpa melihat kerugian yang timbul akibat pelanggaran etika yang di buat. Oleh sebab itu dalam mengambil suatu keputusan di dalam suatu bisnis hendaknya memikirkan dan menganalisis terlebih dahulu tentang keputusan ataupun tindakan yang akan dilakukan, tanpa harus mengorbankan banyak pihak.

Jumat, 17 Juni 2016

RESENSI FILM DAN CONTOH ABSTRAKSI



NAMA : ASKAR TIMUR
NPM    : 11213440
KELAS : 3EA29
RESENSI SEBUAH FILM BERJUDUL “ALANGKAH LUCUNYA NEGRI INI”
Resensi film dan cara membuat resensi film. Resensi jika dari bahasa Latin, revidere (katakerja) atau recensie. Artinya “melihat kembali, menimbang, atau menilai.” Tindakan meresensi mengandung “memberikan penilaian, mengungkapkan kembali isi pertunjukan, membahas, dan mengkritiknya
Tujuan Resensi 
  • Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif (mendalam) tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah film
  • Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah film
  • Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah film itu pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.

Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) merupakan film yang disutradarai oleh Deddy Mizwar dan didukung oleh sejumlah pemain seperti Reza rahardian, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo dll. Film yang sarat akan pesan moral dan kritikan sosial yang tersampaikan dengan apik dari awal film sampai akhir.

Film ini mengisahkan mengenai Muluk (Reza Rahadian), seorang pemuda yang mempunyai gelar sarjana management, namun masih belum menemukan pekerjaan yang tepat untuknya. Akan tetapi, ia tak pernah patah semangat. Ia selalu mendapat dukungan dari sang ayah, Pak Makbul (Deddy Mizwar), serta sang kekasih, Rahma. Suatu ketika, saat Muluk sedang melewati pasar, ia bertemu dengan pencopet cilik yang bernama Komet sedang mencopet seorang bapak-bapak. Merasa tersinggung karena tahu betapa susahnya mencari uang, Muluk pun menangkap pencopet itu dan berniat membawanya ke kantor polisi. Namun urung dilakukannya.
Merasa tertolong karena tidak diadukan ke polisi, pencopet cilik ini mulai akrab dengan Muluk dan dia membawanya ke markas pencopet. Lalu, Muluk diperkenalkan dengan Bang Jarot (Tio Pakusadewo) selaku bos pencopet yang mengurus sekumpulan anak-anak yang pekerjaannya tidak lain adalah mencopet. Muluk mengajak Bang Jarot dan anak-anak pencopet ini untuk melakukan kerjasama dengannya. Sebuah kerjasama yang melibatkan ilmu yang didapatnya dari bertahun-tahun kuliah, yakni manajemen. Ia akan melakukan sistem manajemen terhadap setiap penghasilan yang didapat dari setiap pencopet di setiap harinya. Muluk beralasan, dengan cara ini, maka sedikit demi sedikit, uang tersebut akan terkumpul dan para pencopet cilik tersebut nantinya dapat membuka sebuah usaha dan tak perlu lagi mencopet.
Dengan mengenakan biaya 10% dari hasil setiap mencopet akan diberikan pada Muluk, Jarot pun setuju menjalani kerjasama tersebut.

Kemudian dengan bantuan dari dua orang temannya, Pipit (Ratu Tika Bravani) dan Samsul (Asrul Dahlan), untuk mengajarkan anak-anak tersebut ilmu kewarganegaraan serta ilmu agama. Hasilnya, kini anak-anak pencopet tersebut telah menjadi orang yang “berpendidikan”, baik secara sosial maupun relijius.
Namun, apakah pendidikan mampu membuat mereka untuk berhenti dari mencopet?
Berbagai kritik moral dan sosial yang terjalin di sepanjang jalan cerita film ini, tentu saja merupakan sebuah tamparan keras pada mereka orang-orang yang mengaku berpendidikan dan memiliki nilai moral tinggi, namun dengan tega merampas hak-hak rakyat yang seharusnya mereka berikan. Hal ini mampu disampaikan Deddy Mizwar dengan jalan yang lancar, komikal dan dipenuhi anekdot-anekdot politis yang pas ukurannya.
Hasilnya, tanpa disadari oleh setiap penontonnya, berbagai pendidikan moral nan religius mengalir lancar dalam 100 menit masa penayangan film ini.

Pesan yang kita dapat film ini : film ini membawa pesan moral bagi kita semua bahwa Misalnya saja adegan  anak jalanan yang tidak mempunyai bekal pendidikan dan hidup dalam kondisi miskin, yang pada  akhirnya mencari jalan pintas melakukan pencopetan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Disisi lain film ini juga menampilkan adegan pengangguran intelektual. Mendapatkan pendidikan hingga lulus S1 pun juga belum menjamin suatu keberhasilan atau kenikmatan, kurangnya lowongan kerja yang sempit membuat mereka
menjadi  pengangguran

 

Abstract

ABSTRAK Latar belakang penelitian ini adalah bahwa penanaman nilai-nilai pendidikan tidak harus dengan pendidikan formal seperti sekolah, akan tetapi dalam film pun terkandung bermacam-macam pesan edukatif yang dapat digunakan sebagai alternatif media pendidikan. Rumusan masalah dalam film ini adalah nilai-nilai pendidikan akhlak apa saja yang terkandung dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini Karya Sutradara Deddy Mizwar dan bagaimana relevansi nilai-nilai akhlak dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini Karya Sutradara Deddy Mizwar dengan Pendidikan Akhlak dalam Islam. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka (library research) dengan mengambil objek film Alangkah Lucunya Negeri Ini. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semiotik. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Dalam hal ini peneliti akan mengungkapkan tentang isi atau nilai-nilai pendidikan akhlak yang ada dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini, kemudian menafsirkan relevansinya dengan pendidikan akhlak dalam Islam bagi siswa-siswi SMA, MAN, sederajat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Ada pesan pendidikan akhlak dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini, yaitu pertama, akhlak kepada Allah meliputi beribadah kepada Allah, berikhtiar kepada Allah, berdoa kepada Allah, bersyukur kepada Allah, berdzikir kepada Allah, dan memohon ampun kepada Allah (Taubat). Kedua, akhlak terhadap diri sendiri meliputi jujur, sabar, optimis dan tidak mudah putus asa, menjaga kebersihan badan, ajaran introspeksi diri, syaja'ah (pemberani), serta menuntut ilmu dan mengajarkan ilmu. Ketiga, akhlak kepada orang lain (keluarga dan sesama manusia), meliputi patuh kepada orang tua, tolong menolong, menghargai orang lain, dan ramah tamah kepada orang lain. 2) ada relevansi yang sangat erat antara nilai-nilai pendidikan akhlak dalam film Alangkah Lucunya Negeri Ini untuk siswa-siswi SMA, MAN, sederajat, tercermin dalam ruang lingkup akhlak itu sendiri yang memuat hubungan manusia dengan Allah, yang ditunjukkan dengan nilai akhlak kepada Allah, hubungan manusia dengan sesama yang ditunjukkan dengan pendidikan akhlak terhadap keluarga dan sesama, hubungan manusia dengan dirinya sendiri ditunjukkan dengan akhlak perseorangan. div
Item Type:
Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing:
Pembimbing: Drs. Usman, SS., M.Ag.
Uncontrolled Keywords:
Pendidikan Akhlak , Film Alangkah Lucunya Negeri Ini
Depositing User / Editor:
Users 1 not found.
Last Modified:
04 May 2012 16:49



TUGAS SOFTSKILL MERINGKAS BUKU


NAMA : ASKAR TIMUR
NPM    : 11213440
KELAS : 3EA29

RINGKASAN BUKU
A.    Indentitas Buku
Judul buku : MANAJEMEN DASAR, PENGERTIAN DAN MASALAH
Penulis             : Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Penerbit           : Bumi Aksara
Tahun terbit     : Mei 2005
Tebal Buku      : 265 halaman
Jumlah bab      :11 Bab
Bab 1 Pendahuluan
A.                Pengertian dan pentingnya manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur atau mengelola. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen itu.

B.     Filsafat dan asas manajemen
Filsafat manajemen adalah kumpulan pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar atau basis yang luas untuk menentukan pemecahan terhadap masalah-masalah manajer.
Dimana harus diatur ?
Harus diatur dalam suatu organisasi atau perusahaan. Karena organisasi merupakan alat dan wadah untuk mengatur unsure 6 M dan semua aktivitas proses manajemen dalam mencapai tujuannya.

            Manajemen dapat didefinisikan sebagai sebuah proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia, pengendalian,  kepemimpinan dan pengawasan.
C. Ilmu dan seni manajemen  
Manajemen sebagai ilmu adalah suatu akumulasi pengetahuan yang disistemasi atau kesatuan pengetahuan yang terorganisir. Manajemen sebagai suatu ilmu dapat pula dilihat sebagai suatu pendekatan terhadap keseluruhan dunia empiris, yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang dapat diamati oleh indra manusia.
Manajemen sebagai seni yaitu manajemen dipandang sebagai keahlian, kemahiran, kemampuan, serta keterampilan dalam menerapkan prinsip, metode, dan teknik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya alam secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.

Sifat Manajemen Sebagai Seni:
  1. Ahli
  2. Mahir
  3. Mampu
  4. Terampil
Metode manajemen sebagai seni:
  1. Studi
  2. Observasi
  3. Praktik lapangan
Bab 2 tujuan, bidang dan muzhab Manajemen

A.    Tujuan manajemen
Apakah tujuan sama dengan sasaran? Tujuan maknanya hasil yang umum (generalis), sedangkan sasaran berarti hasil khusus, misalnya : pertandingan sepakbola, jika hanya ingin menang akan dapat dicapai seperti main kasar, tidak sportif, dan menghalalkan segala cara. Tetapi jika tujuan menang yang ingin dicapai, kemenangan ini diperoleh dengan bermain sportif dan cantik sehingga memuaskan para penontonnya. Jadi tujuan tercapai, dan para penonton merasa puas.
Tujuan dapat kita kaji dari beberapa sudut dan dibedakan sebagai berikut :
  1. Menurut tipe-tipenya
2.      Menurut prioritas
3.      Jangka waktu
4.      Menurut sifat
5.      Menurut tingkat
6.      Bidang dan
7.      motif



      B.BIDANG-BIDANG MANAJEMEN

Unsur-unsur manajemen terdiri atas 6M (Men, Money, Methods, Materials, Machines, dan Market).
Setiap unsur manajemen ini berkembang menjadi bidang manajemen yang mempelajari lebih mendalam,

C. Mazhab – mazhab manajemen
1.                  berdasarkan kebiasaan
2.                  mazhab manajemen ilmiah
3.                  mazhab prilaku
4.                  mazhab sosial
5.                  mazhab manajemen sistem
6.                  mazhab berdasarkan keputusan
7.                  mazhab proses manajemen
8.                   mazhab proses menurut keadaan


Bab 3 sistem, pendekatan ,dan fungsi manajemen
a.      Sistem-sistem manajemen
1.      Manajemen Bapak
Artinya bahwa setiap usaha dan aktivitas organisasi para bawahan selalu mengikuti pimpinannya

2.      Manajemen Tertutup
Manajer tidak memberitahukan atau menginformasikan keadaan perusahaan kepada para bawahannya.
Manajemen Terbuka
Manajer menginformasikan keadaan perusahaan kepada para bawahannya, sehingga bawahan dalam batas-batas tertentu mengetahui keadaan perusahaan
Manajemen Demokrasi
Hampir sama dengan manajemen terbuka, hanya pada manajemen demokrasi hanya dapat dilakukan dalam suatu organisasi yang setiap anggotanya hanya mempunyai hak suaru yang sama (DPR, MPR)

B.Pendekatan pendekatan manajemen
1.      Pendekatan Berdasarkan Kebiasaan
Berdasarkan sejarah, asal usulnya, dan berdasarkan pengalaman nyata di masa lalu.
2.      Pendekatan Berdasarkan Kelakuan Antarindividu
Berdasarkan hubungan antar manusia yakni tingkah laku hubungan manajer dengan bawahan dan tingkah laku hubungan bawahan dengan bawahan sebagai manusia.
3.      Pendekatan Berdasarkan Kelakuan Kelompok
Berdasarkan psikologi social suatu studi pola budaya mengenai susunan tingkah laku kelompok manusia yang diartikan sebagai system, pola hubungan antar manusia di antara kelompok.
4.      Pendekatan Sistem Kerja Sama Sosial
Manajer memimpin suatu organisasi berdasarkan kerja sama manusia

c.Fungsi manajemen

Perencanaan
Perencanaan adalah fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan memilih tujuan-tujuan,keijaksanaan-kebijaksanaan, prosedur-prosedur dari alternatif yang ada.

Pengorganisasian
Tindakan pengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerjasama secara efesien, dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu.

Pengarahan
Membuat semua anggota kelompok agar mau bekerjasama dan bekerja secara ikhlas serta bergairah untuk mencapai tujuan sesuai dengan perencanaan dan usaha-usaha pengorganisasian

Pengendalian
Menurut Earl.p.strongPengendalian adalah proses pengaturan berbagai faktor dalam suatu pengendalian agar sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam rencana.
PENGERTIAN DAN TUGAS PEMIMPIN
Bab 4. Pemimpin dan pengambilan keputusan
         a.      Pengertian dan tugas pemimpi
1.      Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
Lao Tzu
Pemimpin adalah seseorang yang membantu mengembangkan orang lain sehingga akhirnya mereka menjadi mandiri.
b.      PENDEKATAN TENTANG MANAJER
1.       Pendekatan tingkatan dan tugas-tugas manajer
2.       Pendekatan luas manajer
3.       Pendekatan sifat manajer
4.       Pendekatan sifat- sifat seorang manajer

  c.Pengambilan keputusan
1.      Pengertian Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin (manajer).
2.      Macam-macam Keputusan
a.   Keputusan yang diambil secara cepat dan kurang memperhatikan, mempertimbangkan data, informasi, dan fakta.
b.   Keputusan yang diambil secara ilmiah, sehingga keputusan itu logis, ideal, rasiona
3.      Basis Pengambilan Keputusan
Decision making yang dilakukan oleh manajer (decision maker) biasanya didasarkan atas :
a.   Keyakinan
b.   Intuisi
c.   Fakta-fakta
d.   Pengalaman
e.   Kekuasaans

Bab 5. WEWENANG, TANGGUNG JAWAB, DAN PENDELEGASIAN WEWENANG

a.Wewenang
Arti Pentingnya Wewenang merupakan dasar untuk bertindak, berbuat, dan melakukan kegiatan/aktivitas dalam suatu perusahaan.

      b.Tanggung jawab

      Adalah keharusan untuk melakukan semua kewajiban/tugas-tugas yang dibebankan kepadany
      C. Pendelegasian wewenang

       Arti Pentingnya Pendelegasian Wewenang
Dari berbagai definisi tentang pendelegasian wewenang, dapat disimpulkan, bahwa
  Pendelegasian wewenang merupakan dinamika organisasi, karena dengan pendelegasian wewenang ini para bawahan mempunyai wewenang, sehingga mereka dapat mengerjakan sebagian pekerjaan delegator (pimpinan).

Bab 6. Koordinasi manajemen
A.          Pengertian Koordinasi
Menurut G.R. Terry koordinasi adalah suatu usaha yang sinkron dan teratur untuk    menyediakan jumlah dan waktu yang tepat, dan mengarahkan pelaksanaan untuk menghasilkan suatu tindakan yang seragam dan harmonis pada sasaran yang telah ditentukan.
B.     Syarat-Syarat Koordinasi
Menurut Hasibuan (2007:88) terdapat 4 (empat) syarat koordinasi, yaitu:
1.    Sense of cooperation (perasaan untuk bekerjasama
2.      Rivalry
3.      Team spirit,
4.      Esprit de corps,
C. Cara mengadakan koordinasi
1.      Memberikan keterangan langsung dan secara bersahabat. Keterangan mengenai pekerjaan saja tidak cukup, karena tindakan-tindakan yang tepat harus diambil untuk menciptakan dan menghasilkan koordinasi yang baik.
2.      Mengusahakan agar pengetahuan dan penerimaan tujuan yang akan dicapai oleh anggota, tidak menurut masing-masing individu anggota dengan tujuannya sendiri-sendiri. Tujuan itu adalah tujuan bersama.
3.      Mendorong para anggota untuk bertukar pikiran, mengemukakan ide, saran-saran, dan lain sebagainya.
4.      Mendorong para anggota untuk berpartisipasi dalam tingkat perumusan dan penciptaan sasaran.
5.      Membina human relations yang baik antara sesama karyawan.
6.      Manajer sering melakukan komunikasi informaldengan para bawahan.

Bab 7 PERENCANAAN & RENCANAN

A.    PENGERTIAN PERENCANAAN DAN RENCANA

Perencanaan adalah pekerjaan untuk memilih sasaran, kebijakan, prosedur, dan program yang diperlukan untuk mencapai apa yang diinginkan pada masa yang akan datang
B.    JENIS-JENIS RENCANA
1.      Tujuan
2.      Kebijaksanaan
3.      Prosedur
4.      Rule (aturan)
5.      Program
6.      Budget
7.      Metode
8.      Strategi

  C.PREDIKSI DAN PERENCANAAN  ILMIAH
Prediksi adalah perkiraan-perkiraan yang non ilmiah, sehingga kepastiannya sangat diragukan.
Perencanaan ilmiah adalah perencanaan yang didasarkan atas asumsi-asumsi yang menggunakan analisis data, informasi, dan fakta untuk menetapkan suatu rencana yang terbaik dari alternatif-alternatif yang ada
D.KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PERENCANAAN
Keuntungan perencanaan :
1.      Dengan perencanaan tujuan menjadi jelas, objektif, dan rasional.
2.      Perencanaan menyebabkan semua aktivitas terarah, teratur, dan ekonomis.
E.PERENCANA
Perencanaan diproses oleh perencana dan hasilnya berupa rencana. Pada dasarnya perencanaan dilaksanakan oleh manajer dan menjadi perencana (planner).

Bab 8. FUNGSI ENGISIAN JABATAN
A.Pengertian
Fungsi pengisian jabatan atau fungsi staffing adalah kegiatan untuk memperoleh pegawai yang efektif yang akan mengisi jabatan-jabatan yang kosong di organisasi perusahaan
      B.Pengadaan Pegawai /Recruiting
Agar para pegawai dapat bekerja secara efektif, maka terlebih dahulu harus melakukan analisa jabatan-uraian pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job specification)
C.PENARIKAN (recruiting)
penarikan adalah kegiatan mencari dan mempengaruhi tenaga kerja agar mau melamar lowongan pekerjaan yang masih kosong di perusahaan.

 D.SELEKSI (Selection)

Seleksi adalah Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk memutuskan apakah seorang pelamar diterima / ditolak,tetap / tidaknya seorang pekerja ditempatkan pada posisi-posisi tertentu yang ada dalam organisasi perusahaan tsb
            E.PENEMPATAN.

Penempatan adalah kegiatan untuk menempatkan orang-orang yang telah lulus seleksi pada jabatan-jabatan tertentu sesuai dengan uraian pekerjaan dan klasifikasi-klasifikasi pekerjaan.
F.PEMBERHENTIAN.
Pemberhentian (separation) adalah putusnya hubungan kerja seorang karyawan dengan suatu perusahaan.

Bab 9 FUNGS PENGARAHAN
A.Pengarahan (Direction) adalah keinginan untuk membuat orang lain mengikuti keinginannya dengan menggunakan kekuatan pribadi atau kekuasaan jabatan secara efektif dan pada tempatnya demi kepentingan jangka panjang perusahaan.
B.Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerja sama secara produktif berhasil mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan.
Bab 10 FUNGSI PENGENDALIAN
A.    PENGERTIAN dan tujuan pngendalian
Fungsi pengendalian (fungsi controlling) adalah fungsi terakhir dari proses manajemen.
Pengendalian adalah proses pengaturan berbagai faktor dalam suatu perusahaan, agar sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam rencana.
Tujuan pengendalian /pengawasan adalah supaya ”proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan rencana dan melakukan tindakan perbaikan (corrective) jika terdapat penyimpangan-penyimpangan (deviasi); supaya tujuan yang dihasilkan sesuai dengan yang direncanakan.
B.     ASAS-ASAS PENGENDALIAN
Harold Koontz dan Cyril O Donnell menetapkan asas pengendalian sebagai berikut:
1. Asas tercapainya tujuan (principle of assurance of objective),
2.      asas efisiensi pengendalian (principle of efficiency of control).
3.      asas tanggung jawab pengendalian (principle of control responsibility).
4.      asas pengendalian terhadap masa depan (principle of future control).
5.      asas pengendalian langsung. (principle of direct control)
6.      asas refleksi perencanaan (principle of reflection of plans
7.      asas penyesuaian dengan organisasi (principle of organizational suitability).
8.      asas pengendalian individual (principle of individuality of control).
10.  asas pengawasan terhadap strategis (principle of strategic point control).
11.  asas kekecualian (the exception principle).
12.  asas pengendalian fleksibel (principle of flexibility of control). 13.  asas peninjauan kembali (principle of review).
14.  asas tindakan (principle of action).
C.PROSES PENGENDALIAN (PROCESS CONTROL)
Pengendalian/kontrol dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1.      Menentukan standar-standar atau dasar untuk kontrol
2.      Mengukur pelaksanaan
3.      Membandingkan pelaksanaan dengan standar dan menentukan deviasi-deviasi bila ada.
4.      Melakukan tindakan perbaikan jika terdapat penyimpangan x(deviasi), agar pelaksanaan dan tujuan sesuai dengan rencana.
D.    JENIS-JENIS PENGENDALIAN
1.      Pengendalian produksi (production control)..
2.      Pengendalian keuangan (financial control).
3.      Pengendalian  pegawai (personal control).
4.      Pengendalian waktu (time control)
5.      Pengendalian kebijaksanaan (policy control
6.      Pengendalian teknis (technical control).
7.      Pengendalian penjualan (sales control).
8.      Inventory control
9.      Maintenance control
E,SIFAT DAN WAKTU PENGENDALIAN
Sifat dan waktu pengendalian/kontrol dibedakan atas:
1.      preventive control: pengendalian yang dilakukan sebelum kegiatan dikerjakan dengan maksud supaya tidak  terjadi penyimpangan-penyimpangan.
2.      repressive control: ialah pengendalian yang dilakukan setelah terjadi penyimpangan/kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan, dengan maksud agar tidak terjadi pengulangan kesalahan, sehingga sasaran yang direncanakan dapat dicapai.
3.      pengendalian yang dilakukan dengan proses penyimpangan terjadi
4.      pengendalian berkala ialah pengendalian yang dilakukan secara berkala sebulan sekali atau satu kuartal sekali atau satu tahun sekali
5.      pengendalian mendadak ialah pengendalian dilakukan secara mendadak.
F.MACAM-MACAM PENGENDALIAN
  1. Internal Control (pengendalian intern)
  2. External Control (pengendalian ekstern)

G.ALAT-ALAT PENGENDALIAN
Beberapa alat yang dapat dipergunakan untuk melakukan fungsi pengendalian perusahaan adalah:
1.      Budget
2.      Non Budget:
a.       personal observation
b.      reports
c.       statistic
d.      financial statement
e.       break even point
f.       internal audit




Bab 11. SISTEM INFORASI MANAJEMEN
A.    Pengertian
adalah sistem informasi yang dibutuhkan sebuah organisasi dengan pengolahan seluruh transaksi yang mendukung fungsi manajemen dalam pengambilan sebuah keputusan.
B.sistem informasi manajemen ,komputer, dan manajemen
 Informasi Manajemen berbasis komputer mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sistem informasi manajemen.
C.Penggunaan komputer dalam sistem informasi manajemen
D.Manajemen dan informasi manajemen